Minggu, 21 Desember 2008

Pengertian Wimax

WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik.

Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise. Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya.

Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN. Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya.

Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA

Jumat, 12 Desember 2008

Perbedaan HUB,Swicth,Bridge dan Router

Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah
central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar
yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan
mentransmisikannya ke komputer yang lain.
Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai
repeater; ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang
diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan; ia
membagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh
network.
Hub adalah central utnuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk
ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah.
Kapabilitas yang disediakan hub
——————————-
Fungsi tambahan selain sebagai central connection point, hub
menyediakan kemampuan berikut:
- memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan
- workstation. menambah jarak network (fungsi sebagai repeater)
- menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda
- (Ethernet, Token Ring, FDDI). menawarkan feature yang fault
- tolerance (isolasi kerusakan) memberikan manajemen service yang
- tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic)
Kekurangannya, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri untuk
berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi.
Cara kerja Hub
————–
Hub pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia
mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya
ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan
melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan
memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena
paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host
(meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja).
Switch
——
Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan
tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua
port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch
dapat secara drastis mengurangi traffic network.
Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya
yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan
paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address,
switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.
Bridge
——
Bridge adalah relay atau interconnecting device yang digunakan untuk
menggabungkan beberapa LAN.
Sebuah bridge dapat:
- menghubungkan segmen network bersama memfilter traffic dengan
- membaca packet addressnya menghubungkan network yang berbeda
- (Ethernet dan Token Ring) jika level protokol yang lebih tingginya
- sama atau bisa ditranslasikan
Sebuah bridge tidak dapat:
- menentukan jalur mana yang paling efisien untuk mentransmisikan data
- menyediakan fungsi traffic management (melewatkan kemacetan)
Fungsi-fungsi bridge dapat dilakukan oleh sebuah server atau device
bridge mandiri.
Aturan umumnya adalah tidak boleh ada lebih dari empat bridge pada
satu LAN.
Pelewatan traffic antara segemen-segmen LAN
——————————————-
Sebuah bridge mengecek MAC Address dari tiap paket yang
diterimanya. Bridge menentukan alamat tujuan paket dan
membandingkannya dengan tabel routing yang dipeliharanya. Berdasarkan
pembandingan ini, bridge melakukan tiga tugas:
1. Jika alamat tujuan pada routing tabel dan berlokasi di segmen yang
sama dengan pengirim, packet dihilangkan. (Tidak ada keperluan
untuk melewatkannya melalui bridge jika ia dialamatkan ke host
didalam segmennya.)
2. Jika alamat tujuan berada dalam routing tabel dan berlokasi pada
segmen yang berbeda, paket kemudian diteruskan ke segmen tersebut.
3. Jika alamat tujuan tidak berada pada tabel routing, paket kemudian
diteruskan ke semua segmen.
Catat bahwa saat bridge menerima packet dari satu host yang
dialamatkan kehost pada sisi yang lain, bridge melewatkan frame date
melalui koneksi tersebut. Jika bridge mendeteksi traffic yang
dialamatkan ke segmen aslinya, ia tidak mengijinkan ia untuk
lewat. Dengan cara ini bridge melakukan fungsi filtering yang
mengurangi keseluruhan network traffic.
Meskipun bridge dapat mempelajari MAC address dari station pada
network, ia tidak dapat menentukan jalur yang paling efisien untuk
mengirimkan data. Tugas ini membutuhkan sebuah router.
Pembuatan routing table oleh bridge
———————————–
Routing tabel untuk bridge berbeda dengan routing tabel yang digunakan
oleh router. Routing tabel yang digunakan bridge bersasarkan pada MAC
address bukannya IP address. Tidak seperti router, bridge tidak
berbicara dengan sesamanya untuk mengupdate routing
tabelnya. Walaubagaimana, kebanyakan bridge dapat memonitor dan
mempelajari alamat dari tiap-tiap station pada network. Mereka
menggunakan informasi ini untuk membentuk routing table.
Saat bridge menerima sebuah packet, ia menguji sumber MAC addressnya
dan menggunakan informasi ini untuk menambah atau mengupdate routing
tabelnya. Sebuah bridge hanya perlu mengetahui suatu MAC address
berada pada segmen yang mana sehingga ia bisa secara tepat meneruskan
paketnya. Saat ia menguji sebuah paket, ia mungkin tidak tahu pada
segmen yang mana alamat tujuan berada, tapi ia tahu dari segmen yang
mana paket berasal. Jadi MAC address sumber dan segmennya ditambahkan
ke routing tabelnya. Setiap waktu routing tabelnya diupdate dengan
semua MAC address dan segmen.
Router
——
Router adalah relaying device yang digunakan untuk menghubungkan dua
atau lebih network, baik secara lokal ataupun melalui WAN. Kunci utama
kelebihan router adalah kemampuannya untuk menentukan path terpendek
ke tujuan. Tambahannya, router menawarkan kemampuan fault tolerance
untuk meroute traffice melalui link alternatif jika link utamanya
sibuk atau putus.
Router dapat mentransfer data antara dua network dengan protokol
lower-layer yang berbeda (Physical dan Data Link). Jadi, router bisa
menghubungkan Ethernet dengan Token Ring. Tapi, agar router berfungsi,
protokol pada Network layer dan layer yang lebih tinggi harus
sama. Sebagai tambahan, protokol harus routeable. Beberapa protokol
seperti NetBEUI tidak routeable.
Router beroperasi di Network layer pada model OSI. Tidak seperti
bridge, router melihat IP address, bukan MAC address. Lebih spesifik,
mereka hanya melihat pada Network ID dari alamat, bukan host ID.
Router tidak melewatkan broadcast. Badai broadcast dapat terjadi jika
banyak host melakukan broadcasting pada saat yang sama.
Routing Table
————-
Routint table berisi entri dengan IP address interface router dari
network yang lain. Ia tidak berisi alamat untuk tiap host pada
tiap-tiap network. Ia hanya menyimpan alamat dari router yang
menyediakan interface ke network tersebut.
Umumnya routing tabel berisi empat potongan informasi: network address
(ID net tujuan); net mask (untuk menentukan subnetting); address dari
router untuk network id (near-side address); dan metric (jumlah hop ke
router tersebut).
Cara kerja router
—————–
Router menggunakan routing tabel yang disimpan dalam memorynya untuk
membuat keputusan tentang kemana dan bagaimana paket dikirimkan.
Router melihat informasi dari paket yang diterimanya dengan menentukan
network id dari IP address. Kemudian ia mengecek network id ini pada
routing tabelnya untuk menentukan tujuannya. Jika router dapat
meneruskan paket secara langsung ke tujuan, ia akan melakukannya. Jika
tidak, ia mencari ip address dari router yang mempunyai interface
untuk network tersebut. Ia kemudian mengirim paket ke router tersebut
untuk diteruskan. Jika tidak ada entri yang sesuai pada routing tabel,
router akan mengirimkan paket ke gateway defaultnya.
Hop adalah pelewatan melalui sebuah router. Jika paket harus berjalan
melalui tiga router untuk sampai ke tujuannya, ia dikatakan mempunyai
3 hop.
Saat paket melewati router, MAC address sumber asli dan tujuan dibuang
dan dibuat kembali. (Tapi IP address sumber dan tujuan tidak
dirubah). MAC address sumber dari host pengirim diganti dengan
kepunyaan router dan MAC address tujuan diganti dengan kepunyaan
router berikutnya, atau, jika paket bisa diteruskan secara langsung,
diganti dengan kepunyaan host tersebut. Process penghilangan dan
pembuatan kembali MAC address membutuhkan sumber pemrosesan.
Perbedaan antara static dan dynamic router
——————————————
Ada dua tipe router: static dan dynamic. Static router dikonfigurasi
secara manual. Routing tabelnya diset manual dan disimpan dalam
router. Tidak ada informasi sharing diantara sesama router. Hal ini
mengakibatkan keterbatasan yang jelas karena ia tidak dapat secara
otomatis menentukan route terbaik; ia selalu menggunakan rute
yang
sama yang kemungkinan bukan rute terbaik. Jika route berubah, static
router harus diupdate secara manual. Karena static router menyediakan
control penuh pada routing tabelnya, ia lebih aman dibanding dynamic
router.
Dynamic router mampu membuat routing tabelnya sendiri dengan berbicara
ke sesama router. Untuk melakukannya ia menemukan route dan route
alternatif yang berada pada network. Dynamic router bisa membuat
keputusan pada route yang mana sebuah paket mencapai tujuan. Umumnya
ia mengirimkan paket ke route yang paling efisien; salah satu yang
menghasilkan jumlah hop lebih sedikit. Bagaimanapun, jika route macet,
dynamic route dapat mengirimkan paket ke route alternatif.
Pertukaran informasi antara router
———————————-
Dynamic router menggunakan apa yang disebut sebagai ‘interior gateway
protocol’ untuk mempertukarkan informasi routingnya. Dua dari protokol
yang paling umum adalah RIP (Routing Information Protocol) dan OSPF
(Open Shortest Path First). RIP menggunakan distance-vector algorithm
(DVA) untuk menghitung path routingnya. DVA mendasarkan keputusan
routingnya pada jumlah hop yang paling sedikit dan mempertukarkan
routing tabelnya diantara router-router yang lain setiap 30
detik. OSPF menggunakan sebuah link-state algorithm yang membutuhkan
pemrosesan yang lebih besar dibanding DVA tapi menawarkan kontol
lebih. Tabel routing diupdate sebagaimana memungkinkan.

Jumat, 28 November 2008

Protokol Jaringan

Agar suatu komputer dapat berkomunikasi dengan komputer lain, kedua komputer tersebut membutuhkan kesepakatan tentang tata cara berkomunikasi. Tata cara atau aturan komunikasi ini yang disebut dengan protokol. Salah satu perbedaan mendasar dari berbagai protokol jaringan adalah dari segi penamaan suatu entity, seperti komputer milik si A diberi nama xxx dan printer milik si B diberi nama yyy.

Ada 3 protokol yang dikenal di jaringan komputer :
1. NetBEUI (NetBIOS Extended User Interface) menggunakan aturan penamaan dengan
16 karakter, dimana 15 karakter untuk nama dan 1 karakter untuk tipe dari entity.
NetBEUI tidak memiliki kemampuan routing, sehingga jaringan dengan NetBEUI bersifat
lokal, atau tidak bisa menghubungkan 2 jaringan NetBEUI.
2. IPX/SPX (Internet/Sequence Packet eXchange), merupakan pengembangan dari
NetBEUI dengan penambahan kemampuan routing dan remote console.
3. TCP/IP (Transmission Control/Internet Protocol), menggunakan aturan penamaan
dengan beberapa angka numerik yang dipisahkan dengan titik (dotted decimal).
TCP/IP merupakan protokol jaringan yang paling banyak digunakan, karena didorong
dari kenyataan bahwa Internet menggunakan protokol TCP/IP.

Protokol yang terpasang di komputer anda dapat dilihat pada window "Local Area Connection Properties" seperti pada gambar dibawah ini. Untuk melihat window ini, lihat pada menu Helpdesk "Setting Komputer" pada sub-menu "Intranet".

Kamis, 27 November 2008

Cara menginstal permainan kedalam hardisk playstation 2














Cara menginstal permainan kedalam hardisk playstation 2

Mudah banget bro caranya kamu tinggal dowload aja program winhiip versi 1.7.6 terus kamu jalanin deh tuh programliat tuch gambarnya diatas



pada tombol select drive, kamu pilih hardisk target hardisk yang mau kamu pake buat mesin games kamu. 
buat masukin games nya kamu bikin image drive nya dulu lewat magic iso atow power iso.
masukin deh games yang dah jadi image drive lo yang tadi dijadiin iso.

oke deh,begitu aje cobain deh ................!

How to install game playstation2 on Hardisk?
So if you have internal HD for PC (such Maxtor) can you install it to your PS2 , Ok I gives you step by step .
I have few remarks I wish to share. Even if WinHIIP "modifies" gamelist.log, it does not alters the length of the file. That means, that even the real data is located where it should be, noone will ever look for it there, since it is behind end-of-file, or worse - data will not be there (since one or more games have been deleted), because file size is longer that is should be.Here is how to verify this:
• get a PS2 HDD with no games installed;- 
• install two games using WinHIIP;- 
• connect HDD to PS2 and copy gamelist.log file to the PC (my method: copy to mc with ps2menu & use ps2link); file size is 32 bytes and game names are not there;- 
• start HD Loader, restart the console and copy the file again;- 
• now gamelist.log file is 432 bytes long and names of the games are there (that looks like 32 bytes header + 200 bytes per game);- 
• install two more games from the PC using WinHIIP;- 
• gamelist.log is not changing its size nor the new games are there; they will be, if you run HD Loader first.So what is the conclusion? Even the chosen path looks right it is not. And the goal achieved is incompatibility with other Windowz installers, but does it really worth it?
Well as far as I am aware no other Windowz installer modifes the gamelist at all, and most of them are just GUI's for a CLI program. So is my app incompatible with them or are they incompatible with me?I hadn't bothered with the Gamelist file length as HDL doesn't seem to mind, but I can fix it quite easily. Any other holes you would like to pick while you are at it?

down load programnya disini neh